Previous Post
Archives
Ukhwah.com :: Top Blog
Temanku Musuhku
Monday, May 21, 2007
Anak adalah buah hati, kembang esok dan hari ini, harapan masa depan. Kembang ini harus dijaga baik-baik dan harus senantiasa diarahkan dengan baik pula. Akan tetapi kesibukan orang tua bekerja dan melalaikan kewajiban demi memperturutkan hawa nafsu mereka, bisa menyebabkan bertambahnya persoalan dan problematika. Suatu saat kelak ia hanya menuai badai kebinasaan.

Bara', Muhammad dan Badar adalah tiga bersau-dara yang lagi tumbuh di tengah keluarga karir metropolitan. Setiap orang sibuk dengan pekerjaannya dan berjalan menurut garis yang telah ditetapkan oleh ayah mereka. Mereka mengumpulkan harta kekayaan dan mengikuti motto ayah mereka, "Seribu dinar harus bisa melahirkan seratus ribu dinar, seratus ribu dinar harus bisa menjadi satu juta dinar."

Dirham atau uang adalah segalanya di zaman materi sekarang ini. Mereka menjunjung tinggi semboyan: "Satu sen punyamu harus berbunga satu sen." Lalu bagaimana dengan uang jutaan dinar?

Banyak sudah uang yang mereka kumpulkan, warnanya juga sudah beraneka ragam, hijau, merah dan lainnya.

Ayah sibuk mengurus pekerjaan dan kekayaannya. Proyeknya banyak di sana sini, selalu berpergian ke sana kemari. Ia jarang berkumpul dengan keluarganya. Hanya bertemu saat mau tidur saja.

Para pemuda itu lambat laun mulai menyimpang, mereka mulai jarang berpikir. Mulai begadang dari malam hingga pagi. Mereka menjadi pemalas dan suka menghambur-hamburkan harta. Berganja, main musik, berteriak-teriak, begadang malam menjadi kebiasaan mereka. Mulailah mereka melalaikan pekerjaan mereka. Mereka tidur di siang hari dan begadang pada malamnya bersama anak-anak nakal.

Dalam kondisi seperti itu laba perusahaan anjlok. Order semakin sedikit, kondisinya mulai parah. Se-mentara si ayah tidak melihat, tidak mendengar dan tidak berkomentar karena sibuk dengan pekerjaannya yang lain dan sibuk pergi ke sana kemari.

Adapun anak-anaknya begadang setiap malam... kawan-kawannya yang jahat terus memanfaatkan mereka, setiap malam naik mobil baru dengan teman-teman baru... kerjanya berjalan-jalan dan cuci mata, tiap hari keluar entah kemana tak tentu arah.

Pada suatu malam, ketika hendak pulang ke ru-mah di bawah bayang-bayang malam yang gelap. Semua orang berjalan pelan supaya selamat sampai tujuan. Adapun para pemuda ini mereka menyalakan tape mobil keras-keras dan supirnya turut bernyanyi dengan suara yang keras. Mereka mengikuti irama lagu seolah-olah mereka orang yang tak sadarkan diri se-perti orang mabuk. Semua orang memberi isyarat lampu tinggi agar mereka berhati-hati dan dapat menghin-dari bahaya kecelakaan. Namun mereka justru menambah kecepatan dan bertambah ngawur. Dalam kondisi seperti itu mereka dikejutkan dengan munculnya sebuah mobil di depan mereka secara tiba-tiba. Mereka berusaha menghentikan mobil sekuat tenaga, namun apa daya, kecelakaan tidak bisa dielakkan. Terjadilah kecelakaan maut itu! Tiga pemuda bersaudara tadi tewas seketika menjadi mayat yang kaku!!

(SUMBER: SERIAL KISAH-KISAH TELADAN, MUHAMMAD SHALIH AL-QAHTHANI sebagai yang dinukilnya dari buku, Dima' 'Alath Thariq, Shalah Salim Baduwailan)
posted by remaja kini @ 5:00 PM   |